Header Ads

Andreas, Alumni Bidikmisi Berprestasi Yang Mendapat Tawaran 5 Beasiswa Kuliah di Luar Negeri


Keterbatasan ekonomi bukanlah menjadi suatu penghalang untuk meraih impian dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Asalkan ada tekad yang kuat dan usaha yang tak kenal lelah, pasti ada jalannya. Allah selalu memudahkan jalan bagi hamba-Nya yang berjuang menuntut ilmu. Prinsip itulah yang dipegang oleh Andreas Rony Wijaya dalam menggapai cita-citanya.

Andreas Rony Wijaya atau akrab disapa dengan panggilan Andreas, merupakan alumni mahasiswa bidikmisi dari Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ia berasal dari sebuah desa yang bernama Sidowayah di daerah Klaten, Jawa Tengah.

Andreas berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah Andreas adalah seorang petani padi, sedangkan Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Pekerjaan ini lah yang menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Meskipun hanya anak seorang petani, namun Andreas tetap mempunyai mimpi yang tak kalah besarnya dengan anak-anak lainnya. Karena baginya bermimpi itu gratis, anak petani juga berhak untuk bermimpi.

Andreas berhasil menyelesaikan studi S1 di Universitas Sebelas Maret Surakarta dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun dengan predikat yang memuaskan. Andreas mendapat beasiswa Bidikmisi dari DIKTI untuk membiayai kuliahnya.

“Berkat Bidikmisi saya bisa kuliah secara gratis dan bahkan mendapat uang saku setiap bulannya, Terimakasih Bidikmisi, tanpa mu mungkin saat ini aku hanya bisa membantu bapak mencangkul di sawah. Menjadi sarjana dulu hanyalah mimpi yang sepertinya sulit untuk direalisasikan, tetapi karena Allah dan melalui bantuan bidikmisi saya mampu mewujudkan mimpi tersebut.” Ujar pria yang suka makan gudeg ini.

Berstatus sebagai mahasiswa penerima manfaat beasiswa Bidikmisi, Andreas tidak mau berdiam diri tanpa prestasi. Baginya melalui Bidikmisi, bukan berarti hanya numpang kuliah gratis dan makan gratis saja. Sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, yang notabene bersumber dari uang rakyat, tentunya haruslah berprestasi, menginspirasi, dan berkonstribusi bagi bangsa.

Dalam masa kuliahnya di Universitas Sebelas Maret, Andreas menjadi salah satu mahasiswa yang berprestasi dan aktif di beberapa organisasi di UNS. Tercatat, mahasiswa asal Klaten ini telah menorehkan sebanyak 24 prestasi, yang kebanyakan adalah di bidang keilmiahan. Beberapa perlombaan yang pernah ia juarai adalah Juara 1 Lomba Esai Nasional Matematics Festival HIMMA Universitas Sriwijaya, Juara 1 Lomba Artikel dan Alat Peraga Matematika UNY, Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Matriks UMM Malang, dan sederet prestasi lainnya.

Oleh karena hidup ini adalah proses yang tidak akan pernah berhenti hingga ajal menjemput, dengan gelar sarjananya tersebut tidaklah membuatnya puas. Usai menyelesaikan kuliahnya, saat ini Andreas telah berhasil meraih beasiswa S2 ke luar negeri. Ia telah dinyatakan diterima beasiswa di 5 Universitas di luar negeri, yaitu National Chiao Tung University (NCTU), National Sun Yat Sen University (NSYSU), National Chung Hsing University (NCHU), National Dong Hwa University (NDHU), dan National Chiayi University. Dari  kelima universitas tersebut, Andreas memilih Institute of Statistics, National Chiao Tung University (NCTU) menjadi tempat pilihannya untuk menempuh studi S2. NCTU merupakan universitas terbaik ke-2 di Taiwan setelah NTU versi Webometric dan 4ICU (lembaga pemeringkatan universitas di dunia). 

“Perjuangan mendapat beasiswa tidak mudah. Selama setahun belakangan ini harus berjibaku menyiapkan persiapan berkas dan intensif belajar TOEFL. Belum lagi harus menghadapi hal-hal yang di luar teknis, seperti banyaknya tekanan dan godaan dari berbagai macam pekerjaan”. Ujar Andreas menjelaskan perjuangannya meraih beasiswa.

Andreas memang bercita-cita menjadi seorang dosen dan Profesor di bidang Statistika. Menurutnya, dosen merupakan salah satu profesi yang mulia, karena nantinya dapat membagikan ilmu dan pengalaman ke mahasiswa untuk mencetak generasi emas Indonesia yang lebih berkualitas.

Andreas berkomitmen akan kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikannya nanti, tidak akan bekerja di luar negeri, dan akan berkonstribusi pada pembangunan di Indonesia. Ilmu dan wawasan yang ia dapat selama berkuliah di luar negeri, tentunya akan berguna bagi pembangunan daerahnya.

Andreas berpesan kepada para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke pendidikan tinggi untuk tidak takut dalam hal kendala biaya, bahasa, dan budaya. Berjuang mendapatkan beasiswa ke luar negeri harus mempunyai mental yang kuat, tidak boleh lembek dan tidak boleh gampang menyerah. Jangan lupa libatkan juga Allah dalam setiap ikhtiarnya dan minta doa restu ke orang tua.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.