Header Ads

Cerita Menristekdikti: Ada Mahasiswa Ngaku Tak Mampu demi Beasiswa Bidikmisi


Pemerintah tengah melakukan pembenahan terhadap penerima beasiswa bidikmisi. Sebab menurutnya, banyak penerima bidikmisi yang tidak seharusnya mendapatkan beasiswa tersebut.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya pernah mengalami dan mendapati sendiri penerima beasiswa bidikmisi yang tidak tepat sasaran. Pengalaman tersebut dia dapat ketika menjadi Pembantu Rektor di Universitas Diponegoro (Undip).
Ketika itu, ada salah seorang mahasiswa yang mengaku-ngaku sebagai keluarga miskin demi mendapatkan beasiswa bidikmisi dari pemerintah. Bahkan ketika orang tua dari mahasiswa tersebut dipanggil menghadap pihak kampus memakai baju yang biasa saja untuk meyakinkan pihak kampus.
"Tapi ada pengalaman waktu pembantu rektor. Ada orang kaya mengaku miskin. Ke kampus dia pakai kaos. Dan itu diperjuangkan seniornya," ujarnya di Kantor Kemenristekditi, Jakarta, Jumat (15/3/2019).
Namun, dirinya tidak percaya sepenuhnya kepada mahasiswa tersebut. Dirinya pun mengecek langsung mengenai kondisi keluarganya.
Dan ternyata benar, ketika menyelidiki alamat rumah yang dia berikan adalah rumah yang kurang bagus. Namun ketika ditelusuri ternyata rumah yang kurang bagus tersebut bukan miliknya.
Rumah tersebut anya sebuah kantor tempat alat-alat berat bisnis orang tuanya disimpan. Setelah itu dirinya menanyakan alamat rumah aslinya pada pegawainya.
"Saya cek dulu ditunjukan alamatnya . Betul memang rumahnya jelek tapi digunakan alat-alat proyek. Terus saya langsung tanya ini rumah tinggal atau bukan kok banyak alat proyek, terus salah satu pegawainya jawab bukan pak ini kantor," katanya.
Ketika menuju rumah asli dari sang mahasiswa hasil dari menanyakan kepada karyawannya, ternyata muncul sebuah fakta yang mencenangkan. Mahasiswa tersebut ternyata bukan berasal dari kelaurga yang tidak mampu.
"Ditunjukan rumahnya. Ternyata rumahnya ada parkir mobil dua , Pajero dan Alphard," kata Nasir.
Setelah mengetahui, dirinya pun lantas memanggil mahasiswa yang bersangkutan ke ruang rektor. Dirinya pu menanyakan yang sebenarnya kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Setelah mahasiswa tersebut mengakuim dirinya pun langsung mencabut beasiswa bidikmisinya. Sebagai gantinya, dirinya memasukan mahasiswa tersebut kepada golongan dengan bayaran yang paling tinggi.
“Setelah terjadi seperti itu langsung saya naikan jadi yang mahal. Kalau itu dijadikan Bidikmisi anda rela enggak. Akhirnya yaudah. Padahal anak saya sendiri tidak boleh ngambil Bidikmisi. Padahal saya yang menentukan," ujarnya.
Sumber : Okezone

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.