Header Ads

Bidikmisi Unair, Organisme Yang Terus Tumbuh



Bidikmisi, ibarat organisme, ia adalah perkecambahan muda yang terus berkembang, meluas dan semakin tinggi daya juangnya, akibat penambahan komposisi sel dan akibat faktor-faktor eksternal yang menempanya.

Dalam konteks tersebut, sebuah kecambah yang baru berkembang memang akan menghasilkan percabangan-percabangan baru. Dan sebagai contoh sederhanya ialah hadirnya dua kelompok besar Bidikmisi yang integratif yakni mahasiswa dan alumni Bidikmisi, dimana keduanya memiliki ruang gerak dan ide pemiikirannya yang terkadang memiliki perbedaan.

Di Unair, nafas gerakan Bidikmisi tidak bisa dilepaskan dengan peristiwa 11 November 2010. Dimana saat itu sebuah konsensus penting disepakati. Sebuah organisasi Bidikmisi didirikan. Dan ini adalah titik awal pergerakan, bahwa poros Bidikmisi merupakan poros yang siap menampilkan kontribusinya kepada almamater, bangsa dan negara.

Meski sudah terkubur jauh. Akan tetapi ikrar pendirian AUBMO sebagai wadah perjuangan Bidikmisi Unair, teramat penting dikaji ulang, terutama untuk merekonstruksi arah perkembangan kelembagaan organisasi mahasiswa, maupun cara pandang pelembagaan organisasi alumni.

Bertitik pijak pada ikrar AUBMO, pada dasarnya Bidikmisi Unair dalam perjalanan waktunya tidak boleh terpecah dalam berbagai percabangan-percabangan yang tidak saling integratif. Alumni dan mahasiswa bukan dua idiomatik yang tidak saling bertemu, melainkan keduanya adalah satu elemen dalam wadah yang sama yakni organisme bernama Bidikmisi Unair.

Begitupun, ditubuh personal keanggotaan baik mahasiswa dan alumni. Semua harus membangun kesadaran bahwa memperjuangkan satu wadah kesatuan adalah pilar penting menuju efektivitas gerakan. Disamping itu, tentu keragaman jalan berfikir dan bertindak tidak akan ditolak, karena kebesaran Bidikmisi Unair pada hakekatnya tidak lepas dari kebesaran karya masing-masing anggotanya. Akan tetapi kembali pada esensi, pengakuan karya itu harus bisa membawa maslahat ke dalam dan ke luar, sebagaimana inti nilai Bidikmisi yang dikembangan di Universitas Airlangga.

Lebih lanjut tentang nilai-nilai Bidikmisi Unair, tentu jargon Bersatu, Berkarya, Meraih Asa adalah landasan kuat yang harus mampu didorongkan untuk menghasilkan output yang baik. Organ kemahasiswaan mestilnya dapat menanamkan keyakinan agar lulusan Bidikmisi kedepan adalah alumni yang kuat dan solid. Dan tidak mengalami penggembosan sebagaimana kritik yang meluncur, yang membelah lulusan Bidikmisi mejadi dua idiom, yakni mantan mahasiswa Bidikmisi dan alumni Bidikmisi. Kata “mantan” berkonotasi buruk, identik dengan sebuah “hubungan yang terputus”, pada sesuatu "yang ditinggalkan", menurut si empunya kata.

Kembali, kepada arus perkembangan gerakan Bidikmisi di Unair, tentu seruan yang relevan ialah pernyataan untuk mengingatkan bahwa perjuangan tidak boleh terhenti kapanpun juga. Menjadi bagian dari keluarga Bidikmisi adalah berlomba-lomba untuk memenuhi panggilan suci, mengabdi merealisasikan simbol besar perjuangan, menggapai asa, memutus mata rantai kemisikinan.

Jangan pernah menyerah untuk itu. Karena, organisme Bidikmisi harus tumbuh sampai berbuah, sampai semua bisa merasakan hasil keindahannya.

Maka komposisi semua organel Bidikmisi harus saling mendukung, menuju sebuah era baru dimana organisme ini menjadi makin kuat dengan batang tubuhnya. Sehingga sinergi di tubuh Bidikmisi ialah penyatuan dari berbagai percabangan. Dengan begitu, Bidikmisi tidak akan menuju pada ujung yang sama dengan kisah-kisah beasiswa yang dulu-dulu dalam berkiprah bersama Indonesia.

Cita-cita kita ialah membawa Bidikmisi berumur panjang, dengan atau tanpa pemerintah.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.